1. Klasifikasi berbasis fungsi:
A. Gerbang Penghalang Kendaraan: Gerbang ini secara khusus dirancang untuk mengontrol masuk dan keluar dari kendaraan di pos pemeriksaan, tempat parkir, bilik tol, dll.
B. Gerbang Penghalang Pejalan Kaki: Gerbang ini dirancang untuk mengontrol aliran lalu lintas pejalan kaki, memastikan akses terkontrol dan mencegah masuk yang tidak sah.
2. Klasifikasi Berbasis Operasi:
A. Gerbang Penghalang Manual: Gerbang ini dioperasikan secara manual oleh seseorang, biasanya melalui penggunaan tuas atau engkol.
B. Gerbang Penghalang Otomatis: Gerbang ini dilengkapi dengan sistem otomatisasi seperti motor, sensor, dan panel kontrol, memungkinkan untuk membuka dan menutup otomatis berdasarkan kondisi yang telah ditentukan.
3. Klasifikasi berbasis desain:
A. Gerbang Boom Barrier: Gerbang ini terdiri dari bilah atau boom horizontal yang dapat dinaikkan atau diturunkan untuk mengontrol akses.
B. Gerbang Barrier Swing: Gerbang ini memiliki lengan ayun yang bergerak dalam busur 180 derajat untuk memungkinkan atau membatasi akses.
C. Gerbang Penghalang Geser: Gerbang ini memiliki panel atau gerbang geser yang bergerak secara horizontal untuk membuka atau menutup titik akses.
D. Gerbang penghalang yang dapat ditarik: Gerbang ini memiliki fitur penghalang yang dapat ditarik yang dapat diperpanjang atau ditarik sesuai kebutuhan.
4. Klasifikasi Berbasis Aplikasi:
A. Gerbang Penghalang Komersial: Gerbang ini biasanya digunakan dalam pengaturan komersial seperti tempat parkir, pusat perbelanjaan, dan kompleks kantor.
B. Gerbang Penghalang Industri: Gerbang ini dirancang untuk aplikasi tugas berat di kawasan industri, gudang, dan fasilitas manufaktur.
C. Gerbang penghalang perumahan: Gerbang ini dipasang di daerah perumahan, kompleks perumahan, dan masyarakat yang terjaga keamanannya untuk mengendalikan akses dan meningkatkan keamanan.
Klasifikasi ini tidak lengkap, dan gerbang penghalang dapat memiliki berbagai kombinasi atau variasi berdasarkan persyaratan dan preferensi spesifik.


